Sabtu, 27 Februari 2016

VALENTINE IN BALI 13-15

VALENTINE IN BALI 13 – 15 Februari 2016


Valentine merupakan hari dimana orang mengatakan adalah hari kasih sayang,  bahkan banyak orang menunggu hari tersebut,, dihari valentine orang-orang akan medapatkan coklat, bunga bahkan dinner bareng,, berbeda dengan penulis, valentine bukan hal yang sangat ditunggu melain valentine merupakan hal yang biasa saja,, maklum masih jomblo... hehehe.
PERJALANAN SOLO TRAVELING KE BALI
Sabtu, 13 Februari 2016 persiapan ke bali udah lengkap diantara  tiket, kamera, hp, powerbank (buat antisipasi batere low), tepat jam 8pm WIB, penulis menuju terminal bus damri dibekasi, setelah tiket dapet,  perjalanan solo adventure pun di mulai, ditemani dengan lagu Beautifull Word­ – Blassjaxx  pejalan ke airport jadi sangat menyenankan, setelah tiba di bandara yaitu di terminal 3, penulis melakukan seperti biasa check in dulu biar kaya orang” , setelah check in tepat jam 12.30 pesawat ya gak nongol katanya sih delay, tapi jam 13.00 pihak maskapai memanggil untuk boarding.
Setelah lepas landas  perjalan kebali hanya satu setengah jam,, beda sama kampung saya yang memakan waktu 3hari 3malam, eh..  maklum kampung penulis di Tapanuli,  lantut cerita setelah tiba di bandara Ngurah Rai Bali, jam menunjukkan 15:30 WIT, pada hal di jam saya masih 14.30 maklum  orang deso,  setelah sampai di gedung terminal bbm teman dulu, ternyata teman udah nunggu.
Awal Petualangan
 Setelah keluar dari bandara teman ane langsung mengajak ane kepantai kuta, yang letaknya di kab. Badung, untuk menikmati matahari tenggelam, tapi sayang belum rejeki soal ya langit bali mendung. Tapi hal tersebut tidak membuat hati saya galau, masih ada hari esok.
            Tidak seperti turis lainnya yang nginep ya di hotel, yang tidur dikasur empuk berbeda dengan penulis yang numpang tidur dirumah teman, untuk mengurangi cost maklum irit mengunakan fasilitas seadanya, yang penting bisa kebali, tempat yang petama sekali dikunjungi yaitu tugu bom bali, di legian. Kawasan tersebut merukan kawasan hiburan malam di bali, banyak bule disana udah kaya diluar negeri.
Hari Pertama
 Hari pertama di bali list lokasi wisata udah ada di tangan,, jam 10 pagi perjalanan ku mulai dengan sepeda motor yang melewai jalan tol yang berada diatas laut, ternyata di bali motor bisa masuk tol kawan-kawan beda ama di jakarta harga tol untuk motor yaitu Rp. 4500,
Sambil menikmati perjalanan eh ada suara ledakan ane kira ban motor ane yang bocor eh ternyata cuman ranting pohon yang kelindes, lanjut perjalanan akhirnya tiba juga di lokasi yaitu nusa dua resorts

Sama seperti orang-orang penulis berpose dulu sebelum ke pantai ya, buat stok dp di bbm hehehe

Lanjut lagi kita menuju pantai nusa dua dan ternyata di bali masuk kawasan wisata nusa dua tidak dipugut biaya kawan, kalo gak percaya coba deh kesana,



 lelah terbayarkan setelah berada di pantai yang indah, sunguh luar biasa ciptaannya  berada disini  adalah hal yang tidak akan pernah saya lupakan dan di sini ada puri tempat pemujaan bagi umat hindu, tempat tersebut sangat sakral nama ya lupa ada di foto

Lanjut perjalanan ke arah timur disambut dengan gadis gadis pantai alias bule lagi berjemur.

Lantah kaki terus melangkah dengan melewati berbagai rintangan yaitu bule yang pake bikini doang, maklum lum pernah liat bule secara langsung hehehehe.. diarah timur terdapat partung dewa wisnu


Eh salah itu saya lagi berpose dipohon yang udah mati, tapi view disini sangatlah indah tidak mau berlama-lama di sin  mengingat waktu mulai siang penulis langsug tarik gas menuju blue beach

Dan tidak ingin terlalu lama lagi di nusa dua saya melanjutkan perjalanan menuju GWK (garuda wisnu kencana) perjalanan dari nusa 2 ke gwk adalah 1 jam perjalanan.. setiba di gwk saya tidak mau ketinggalan moment saya berpose kembali

Untuk harga tiket masuk ke gwk yaitu: Rp. 10.000 untuk parkir motor dan Rp 60.000 untuk masuk kawasan GWK





Itu foto di garudanya, yang lebih menariknya lagi dari kawasan GWK kita bisa melihat pemandangan kota dempasar bali





Tidak begitu lama di gwk saya langsung tarik gas menuju pantai pandawa, maklum kejar target, tidak begitu terlalu jauh dari kawasan GWK, pantai pandawa begitu indah yaitu laut lepas klo tidak salah itu samudra hindia,
Perjalanan ke pandawa di tepuh setengan jam dari GWK, dan untuk harga masuk kawasan ini pengunjung harus membayar tiket seharga Rp.11.000 yaitu Rp. 6.000 untuk tiket masuk dan Rp. 5.000 untuk parkir motor
Foto dari pantai

Foto patung arjuna

Foto patung bima

Foto patung nakula

Foto patung sadewa

sapala



Karena tidak mau ketinggalan moment, di pantai pandawa cuman numpan foto aja, dan saya melanjutkan perjalanan ke pantai kuta kembali, karena kuta termasuk spot terbaik untuk menikmati matahari tenggelah dan menempuh perjalanan 2 jam dari pantai pandawa tibalah di kuta sekitar jam 17.30 wit sambil menunggu momet, ternyata ada acara adat

Foto dulu biar berasa di balinya

Kurang tau pasti acaranya apa tapi yang pasti ini adalah moment terbaik di awal tahun  ini.
Matahari mulai tengelam mulai terlihat warna emas di langit yang membuat mata ini tak henti-hentinya mengagumi.

Eh ada batok kelapa foto aja, hasilnya bagus jadi gk di hapus



Perjalan hari ini berakhir di pantai kuta, karena waktu mulai malam mengingat besok masih ada perjalan  saya pun pulang untuk beristirahat sebelum pulang berpose dulu biar ketauan dibali.



Hari Ke-2 Sekaligus Terakhir dibali
Perjalanan kali ini dilakukan lebih awal start dari rumah jam 7.30 WIT saya dan teman saya melaju menuju pura  ubut yang memakan perjalanan yang lumayan lama yaitu 3 jam perjalanan,  pura ini menjadi destinasi utama saya setelah tanah lot, disini budayanya masih kental bangat,

Pintu masuk pure

Ternyata gambar ini ada di uang kertas 50.000 kawan



Oh iya, untuk harga tiket masuk pura adalah Rp. 10.000 untuk warga lokal dan untuk turist mancanegara  beda kawan kurang tau nominalnya.

Tidak telalu lama di pura, mengingat hari mulai siang dan juga mengingat perjalanan yang lumanyan jauh saya dan teman saya tarik gas lagi menuju destinasi utama saya yaitu tanah lot

Foto view tanah lot



Tourist dari korea lagi berpose.

Sampai disini pengalaman yang dapat saya share untuk para pembaca dan penulis sangat bersyukur berada  disini karena disini kita bisa merasakan atau menikmati Surga tanpa harus kehilangan nyawa.. jangan lupa bahagia, terimakasih. salam



































NEGERI DIATAS AWAN GUNUNG PRAU, DIENG WONOSOBO

Simak indahnya matahari terbit dari negeri di atas awan, Gunung  Prau, Wonosobo Jawa Tengah


MENGEJAR MATAHARI TERBIT KE GUNUNG  PRAU,
Berada di ketinggian 2.565 mdpl, Gunung Prau  diakui sebagai surga para pemburu matahari terbit. Pemandangan menakjubkan di atas gunung mampu membius jutaan pasang mata dengan keindahan sunrise-nya. Datang dan nikmatilah pengalaman tak terlupakaan mengejar matahari dengan menjelajahi Gunung Prau.
Indonesia beruntung memiliki deretan gunung yang menjadi tempat di mana wisatawan bisa menyaksikan bagaimana sang surya mulai menampakkan cahayanya. Tapi bagi kamu yang belum siap mendaki gunung namun tetap ingin menikmati sunrise, trekking ke Gunung Prau bisa menjadi pilihan.
Ya, Gunung Prau memang menjadi salah satu tempat populer bagi para pengejar matahari terbit. Mulai subuh di setiap harinya, kawasan Gunung Prau selalu dipadati mereka yang rela berjuang melawan cuaca dingin dan trek yang berliku.
CARA MENUJU gunung prau
Nama Gunung Prau mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta wisata alam, terutama bagi yang pernah plesiran ke kawasan wisata Dieng.
Gunung Prau sendiri terletak di kawasan wisata alam dieng. Minimnya rambu penunjuk jalan membuat banyak orang kesulitan menemukan lokasi tersebut. Namun bagi pecinta travelling sejati, kondisi ini justru dianggap sebagai tantangan tersendiri.
Dari Kota Wonosobo, pelancong harus menempuh perjalanan yang kebanyakan menanjak sepanjang 32 km ke arah utara. Tapi kalau kamu sudah berada di Dieng, maka hanya 10 menit  menuju basecamp Patak Banteng, 








Kondisi kendaraan harus menjadi perhatian utama sebelum menuju kawasan dieng. Perjalanan yang menanjak  mengharuskan pengendara meningkatkan kewaspadaan mereka saat melalui jalur ini.
Meski begitu, keadaan jalanan ini menjadi tidak begitu penting, dikarenakan pemandangan menuju kawasan dieng pengunjung akan dimanjakan oleh ladang penduduk dan  disambut gapura selamat datang di Dieng Plateu tempat yang menjadi starting point untuk trekking ke Gunung Prau 




gunung prau, Negeri di atas awan
Setelah tiba di basecamp patak banteng, pengunjung wajib membayar tiket masuk Rp 10.000 per orang. yaitu Rp. 4.000 untuk retribusi desa dieng dan Rp.6.000 untuk tiket pendakian gunung prau 

Untuk dapat menikmati matahari terbit maka dianjurkan untuk melakukan treking dini hari kisaran jam 3 dini hari.
Di tengah hawa dingin yang menusuk hingga tulang, pelancong harus menyusuri dan mendaki jalan setapak dengan pepohonan di kanan kiri. Selama kurang lebih 3(tiga) jam perjalanan, hanya lampu senter yang dibawa menjadi sumber penerangan, sebelum sampai ke puncak pelancong harus melewati 5 pos pendakian.
Rasa lelah usai melewati trek yang lumayan menantang langsung sirna ketika sampai di puncak Gunung Prau. Lampu-lampu kecil dari rumah penduduk yang berada di kejauhan tampak cantik bagaikan  kunang-kunang.

Secangkir kopi atau teh dengan mie instan panas menjadi pilihan untuk membantu membantu mengembalikan energi yang terkuras usai trekking menuju tempat melihat terbitnya sang surya.


Makin pagi, awan-awan mulai menutupi puncak Gunung Prau, membuat pengunjung merasa seolah-olah berdiri di atasnya. Di ujung timur munculah semburat warna emas yang berpadu elok dengan birunya langit. Inilah momen-momen paling indah di Gunung Prau
Sejauh mata memandang, hanya panorama menakjubkan yang membuat pengunjung tak henti-hentinya mengagumi ciptaan Tuhan. Ketika kabut mulai menghilang seiring menghangatnya sinar matahari, puncak Gunung Sumbing, Sindoro, Merapi dan Merbabu bisa terlihat jelas membuat para wisatawan kembali berdecak kagum dengan lautan awan kalo kata ucok sih samudra awan,, yang membuat pengunjung berada di atas awan. 

Itu adalah salah satu cara menikmati surga tanpa harus kehilang nyawa. sekian dulu yah 
salam lestari