Simak indahnya matahari terbit dari negeri di atas awan,
Gunung Prau, Wonosobo Jawa Tengah
MENGEJAR MATAHARI TERBIT KE GUNUNG PRAU,
Berada di ketinggian 2.565 mdpl, Gunung Prau diakui sebagai surga para pemburu matahari
terbit. Pemandangan menakjubkan di atas gunung mampu membius jutaan pasang mata
dengan keindahan sunrise-nya. Datang dan nikmatilah pengalaman tak terlupakaan
mengejar matahari dengan menjelajahi Gunung Prau.
Indonesia beruntung memiliki deretan gunung yang menjadi tempat di mana
wisatawan bisa menyaksikan bagaimana sang surya mulai menampakkan cahayanya.
Tapi bagi kamu yang belum siap mendaki gunung namun tetap ingin menikmati sunrise,
trekking ke Gunung Prau bisa menjadi pilihan.
Ya, Gunung Prau memang menjadi salah satu tempat populer bagi para pengejar
matahari terbit. Mulai subuh di setiap harinya, kawasan Gunung Prau selalu
dipadati mereka yang rela berjuang melawan cuaca dingin dan trek yang berliku.
CARA MENUJU gunung prau
Nama Gunung Prau mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta wisata
alam, terutama bagi yang pernah plesiran ke kawasan wisata Dieng.
Gunung Prau sendiri terletak di kawasan wisata alam dieng. Minimnya rambu
penunjuk jalan membuat banyak orang kesulitan menemukan lokasi tersebut. Namun
bagi pecinta travelling sejati, kondisi ini justru dianggap sebagai tantangan
tersendiri.
Dari Kota Wonosobo, pelancong harus menempuh perjalanan yang kebanyakan
menanjak sepanjang 32 km ke arah utara. Tapi kalau kamu sudah berada di Dieng, maka
hanya 10 menit menuju basecamp Patak Banteng,
Kondisi kendaraan harus menjadi perhatian utama sebelum menuju kawasan dieng. Perjalanan yang menanjak mengharuskan pengendara meningkatkan kewaspadaan mereka saat melalui jalur ini.
Meski begitu, keadaan jalanan ini menjadi tidak begitu penting, dikarenakan pemandangan menuju kawasan dieng pengunjung akan dimanjakan oleh ladang penduduk dan disambut gapura selamat datang di Dieng Plateu tempat yang menjadi starting
point untuk trekking ke Gunung Prau
gunung prau, Negeri di atas awan
Setelah tiba di basecamp patak banteng, pengunjung wajib membayar tiket
masuk Rp 10.000 per orang. yaitu Rp. 4.000 untuk retribusi desa dieng dan Rp.6.000 untuk tiket pendakian gunung prau
Untuk dapat menikmati matahari terbit maka dianjurkan untuk melakukan treking
dini hari kisaran jam 3 dini hari.
Di tengah hawa dingin yang menusuk hingga tulang, pelancong harus menyusuri
dan mendaki jalan setapak dengan pepohonan di kanan kiri. Selama kurang lebih 3(tiga)
jam perjalanan, hanya lampu senter yang dibawa menjadi sumber penerangan, sebelum
sampai ke puncak pelancong harus melewati 5 pos pendakian.
Rasa lelah usai melewati trek yang lumayan menantang langsung sirna ketika
sampai di puncak Gunung Prau. Lampu-lampu kecil dari rumah penduduk yang berada
di kejauhan tampak cantik bagaikan kunang-kunang.
Secangkir kopi atau teh dengan mie instan panas menjadi pilihan untuk membantu
membantu mengembalikan energi yang terkuras usai trekking menuju tempat melihat
terbitnya sang surya.
Makin pagi, awan-awan mulai menutupi puncak Gunung Prau, membuat pengunjung
merasa seolah-olah berdiri di atasnya. Di ujung timur munculah semburat warna
emas yang berpadu elok dengan birunya langit. Inilah momen-momen paling indah
di Gunung Prau

Sejauh mata memandang, hanya panorama menakjubkan yang membuat pengunjung
tak henti-hentinya mengagumi ciptaan Tuhan. Ketika kabut mulai menghilang
seiring menghangatnya sinar matahari, puncak Gunung Sumbing, Sindoro, Merapi
dan Merbabu bisa terlihat jelas membuat para wisatawan kembali berdecak kagum dengan lautan awan kalo kata ucok sih samudra awan,, yang membuat pengunjung berada di atas awan.
Itu adalah salah satu cara menikmati surga tanpa harus kehilang nyawa. sekian dulu yah
salam lestari




Tidak ada komentar:
Posting Komentar